Latest

Monday, August 6, 2018

Puncak Tugu Alternatif Merayakan Kemerdekaan

No comments:

Belum pernah mendaki? Tapi pingin kaya yang lain? Hunting foto di puncak yang berkabut dengan pemandangan diatas awan? Jawabannya Puncak Tugu.

Cocok banget nih foodies di bulan Agustus ini buat kamu yang pingin merayakan kemerdekaan RI ke 73 sambil ngibarin bendera merah putih.

Buat kamu para pemula yang pingin mencoba mendaki mendingan mulai dari track yang gampang dan ringan yakni Puncak Tugu. Tepatnya berada di Desa Tlogohendro Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

Tracknya mudah banget. Beberapa akses jalan sebetulnya sudah diaspal tapi dibeberapa daerah aspal sudah rusak. Kendaraan roda 4 atau sepeda motor bisa lewat sampai posko pendakian. Dari bascamp sampai awal kita mau mendaki jalan sudah diaspal dan belum ada yang rusak kurang lebih 1 km.
Setelah kita jalan kaki sampai mau mendaki ke puncak, baru deh kita lewat track yang sebenarnya. Tapi jangan khawatir karena tracking di Puncak Tugu bisa dikatakan salah satu track yang ringan. Jalan kaki juga tidak terlalu jauh karena tingginya sekitar 1.930an mdpl.

Viewnya lebih bagus dimalam hari, karena spot untuk mendirikan tenda tidak terlalu luas dan kurang lapang. Hal ini karena sebetulnya Puncak Tugu baru dibuka jalur pada tahun 2017. Sehingga belum dilakukan penataan. Tetapi jangan khawatir karena viewnya gak kalah keren dengan puncak yang lain.

Puncak Tugu bisa kamu jadiin salah satu referensi buat kamu juga yang dibulan Agustus ini mengagendakan untuk mengibarkan bendera di Puncak. Biasanya di tanggal 17 Agustus Puncak Tugu juga menjadi spot favorit pendaki yang pingin ketentraman dalam merayakan keerdekaan RI ke-73 karena belum banyak pendaki yang tahu tempat ini.

Dirgahayu Indonesiaku ke 73 tahun...


Telaga Sidringo, Ranukumbolo KW Kabupaten Batang

No comments:

Mau piknik tapi bingung mau kemana? Muncak aja kuy di Ranukumbolo KW.



Gak hanya baju kamu aja yang KW tapi tempat wisata juga KW. Telaga Sidringo Kabupaten Batang Jawa Tengah sekarang sudah gak asing lagi lho foodies. dulu pertama kali aku kesana di tahun 2016 bener-bener masih asri banget gak banyak pendaki yang naik kesana bahkan belum ada tempat parkir seperti sekarang ini.

Kalau kamu pernah ke Ranukumbolo, Telaga Sidringo gak kalah bagus. Namanya aja Ranukumbolo KW jadi viewnya mirip-mirip gitu deh. Dulu waktu aku kesini gak ada posko buat nitipin kendaraan jadi motornya langsung bisa dibawa ke Telaga Sidringo.

Kita harus naik ke puncak agar bisa melihat Telaga Sidringo dari atas. Motor terlebih dulu harus parkir di tanah lapang di bawah puncak dan dari area parkir kita langsung bisa naik ke atas dengan berjalan kaki sekitar 1 jam. Tracknya sebetulnya standard tidak terlalu ekstream tapi kalau kamu belum pernah mendaki, track ini cukup sulit.

Butuh kehati-hatian dan juga tenaga ekstra karena jalur pendakian yang terjal, tanah yang licin dengan kemiringan 45 sampai 90 derajat. Jadi yang mau ke Ranukumbolo KW Batang siapin sepatu buat mendaki dan seperangkat alat lainnya.

Tapi tenang aja karena semua kelelahan kita akan terbayar saat kita mencapai puncak dengan ketinggian 2.222mdpl. Mata tertuju langsung pada Telaga yang tepat berada dibawah tenda kita menjadi pemandangan alam yang sangat luar biasa indahnya.

jadi gimana? mau diajak muncak?!

Sunday, December 10, 2017

Mokko Factory Pekalongan

No comments:

Weekend foodieeesss … long time no see! Nggak kerasa udah mau tahun baru aja ya. Kali ini faridafoodie punya referensi tempat nongkrong asik bareng soulmate kamu. Kita ke mokko factory. Dibeberapa tempat kota di Indonesia pasti gampang nemuin tempat nongkrong ini dan di Pekalongan, kamu langsung saja ke Ramayana Store.

Alamatnya gampang banget kamu temukan, yakni di Jl DR Sutomo, kelurahan Noyontaan Pekalongan lantai satu. Spesialnya apa sih? Oke kita langsung aja..
Sebenernya sama dengan tempat nongkrong lainnya, tapi kalau kalian lagi nyari tempat nongkrong bareng the gengs kamu disini bisa jadi alternate. Tempatnya gak begitu luas banget tapi bisa lah nampung kamu dan sobat satu gengs kamu. Apalagi yang dicari kalau bukan WIFI gratisssss

Yups kalau ada bau-bau gratis siapa sih yang nggak doyan? Apalagi ini WIFI! Kebutuhan sejuta umat and tenang aja ada colokan chargernya juga kok jadi dijamin aman. Tapi sejauh mata memandang cuma terlihat satu colokan doang jadi kalau kamu and the gengs mau kesini jangan lupa bawa terminal ihihi.
Makananya apaa?? Oke buat kamu yang belum pernah kesini, faridafoodie kasih tahu dulu kalau di mokko factory yang ada itu donut-coffee-yogurt jadi kalau kamu nyari tempe mendoan sama es the gak bakal nemu sampai kiamat.

Harga???
Standard. Itu dia jawabannya. Untuk minuman harganya mulai dari 22K, kalau varian rasa yang lain jangan ditanyaa pasti lebih dari itu. Rasanya ya pasti sesuai harga juga. Donuts nya harus pesan dengan kelipatan :
1 donuts = 7,5k
3 donuts = 22k
6 donuts = 42k
12 donuts and 24 donuts harganya itung sendiri dah
Varian rasa donuts di mokko factory Pekalongan banyak juga, yang faridafoodies pesen seperti gambar dibawah ini ada almond, choco in red dan zebra. 

Karena tempatnya di mall Ramayana Pekalongan, jadi mulai dibuka jam 9 pagi dan tutup jam 10 malam. 

Itu dia review tempat nongkrong di Pekalongan yang cocok banget jadi pilihan kamu bersama teman. Sembari nongkrong cantiks di mall biar kerasa ada gregetnya gituuu.

Monday, November 20, 2017

WKWK Kafe Tempat Nongkrong Kids Jaman Now!

2 comments:
November Rain! Wahh nggak kerasa nih foodies udah mau akhir tahun aja. BTW udah nyiapin agenda buat akhir tahun belum kuy? Kali ini faridafoodies bakal ngereview kafe baru di Pemalang siapa tahu foodies pas lewat bisa sekalian mampir.

Nama kafenya adalah #WKWK kafe. Yups namanya kaya pas kita lagi chattingan terus ketawa yaaa. Mungkin ownernya terinspirasi karena sering ketawa wkwk. Oke next @wkwk_wk kafe ini berada di Jalan Urip Sumoharjo no.133 Pemalang. Tempatnya strategis banget kok, dari Alun-Alun Pemalang ke utara atau SPBU Alun-alun Pemalang lurus ke utara sekitar 100 meter kanan jalan dari arah selatan. Nah sampai deh disitu tempatnya.

Khususon buat kisd jaman now, kafe ini rekomended banget apalagi dikamera. Yes! Tempatnya cozy banget dah dijamin dan instagramable bangeeett. 

Ada smoking areanya juga lho jadi buat yang pingin terhindar dari asap rokok bisa nyaman juga nih. Tempat parkirnya juga luas buat mobil dan motor kalau pakai pesawat jet pribadi belum ada tempatnya tapi.
es transformer menu andalan #WKWK kafe


Makanannya enak dan harganya standard buat kantong pelajar dan kids jaman now. Kelebihan lainnya, dijamin gak nyesel buat kids jaman now yang lagi nyari stok foto sosmed deh. Pokoknya #WKWK kafe tempat nongkrong kids jaman now banget.
objek instagramable #WKWK kafe

Sunday, October 1, 2017

Es Duren di Pekan Batik Nasional 2017

4 comments:
Selamat berakhir pekan foodies. Yuk jalan-jalan ke kawasan wisata budaya Jatayu Kota Pekalongan. Kebetulan banget tanggal 4-8 Oktober setiap tahunnya Kota Pekalongan ada hajatan yakni Pekan Batik Nasional. Acara Pekan Batik Nasional 2017 cukup padet lho, faridafoodies kasih bocoran deh. Denger-denger sih bakal dibuka sama bapak Presiden Jokowi siapa tau bisa ketemu mas Kaesang Pangarep jadi ngarep deh bisa collabs yutub bareng kan lumayan wkwk.

Oke skip acara Pekan Batik Nasional 2017 nya yaa. Sekarang yang perlu foodies tahu yakni kuliner apa aja yang bisa kamu coba. Kali ini ada Es Duren Jatayu buat kamu pecinta buah berduri ini.

Ada dua varian rasa yakni es duren campur dan es duren original. Bedanya, es duren campur ada campuran komposisi didalamnya yang terdiri dari buah papaya, nangka, melon, kelapa muda, dan cincau. Es duren original tidak ada campuran buah lain didalamnya dan keduanya ada tambahan susu plus sirup sebagai kuahnya. Dipastikan suegeerr bangetz deh diminum saat kamu berada di kawasan wisata budaya Jatayu sembari menikmati kegiatan Pekan Batik Nasional 2017.
es duren Jatayu

Lokasinya gampang banget dijangkau foodies, tepatnya didepan Museum Batik Kota Pekalongan. lebih tepatnya lagi persis berada didepan gerbang masjid di Jatayu. Harganya untuk es duren campur @12k dan es duren original @8k. Isi duriannya emang sedikit sih tapi ya lumayan buat menghilangkan haus dan buat kamu yang rindu akan buah berduri ini (alaydikit).



es duren campur


Waktu bukanya mulai jam 09.00 WIB sampai jam 18.00 WIB dihari biasa dan tutup sampai jam 01.00 pagi jika ada event tertentu semisal Pekan Batik Nasional 2017. Semoga es durian Jatayu bisa jadi salah satu rekomendasi kuliner kamu saat ini.

Saturday, September 30, 2017

Ayam Geprek Max Preek Pekalongan

No comments:
Cuaca gak nentu nih foodies kadang hujan kadang panas. Paling enak sih makan yang panas-panas ya. Ayam Geprek Max Preek Pekalongan bisa dijadiin pelarian disaat hujan ataupun kelaperan. Mengusung konsep “ANAK KOS” warung ini sudah punya tiga outlet yang tersebar di Kota Pekalongan.

Tiga outlet Ayam Geprek Max Preek Pekalongan berada di Jalan Progo, Kraton dan Pekajangan. Faridafoodie kali ini lagi nyobain ayam geprek max preek yang ada di Jalan Progo lho foodies. bocoran nih buat foodies, kalau masalah tempat mendingan cari outlet yang di Kraton atau wilayah Pekajangan aja deh soalnya yang di Jalan Progo gak rekomended banget tempatnya. Walaupun disamping jalan raya tapi kurang hiegenis karena deket banget sama selokan dan sempit. Beda banget sama outlet yang ada di Kraton atau Pekajangan.

Untuk rasa dimanapun outletnya dijamin sama foodies. standard sih enak “aja” kalau yang suka pedes bisa dicoba sensasi pedas dan gurihnya pas. Lumayan buat kantong pelajar Indonesia mengingat konsep utama yang diusung yakni “ANAK KOS” yakni “NASI AMBIL SENDIRI SEPUASNYA” jadi bisalah ke ayam geprek max preek yang ada di Pekalongan.

menu ayam geprek

Harganya sesuai lah dengan apa yang kita dapet, yakni paket A @13k sampai paket F @16k dengan menu utamanya ayam geprek (judulnya aja yam geprek max preek) yang bedain bahan utamanya aja foodies, tergantung selera mau ayam, telur, cumi atau ikan tuna buat yang gak suka makan ayam. Eiitss tenang aja kalau masalah level pedasnya gak ada tambahan biaya kok jadi yang hobi makan pedes silahkan bisa memanjakan lidah kamu. Selamat mencoba!
www.faridafoodie.com
menu ayam geprek

Menu lainnya ada, banyaakkkk. Makanan tambahan lain ada terong goreng, jamur crispy, tempe goreng tepung, onion rings, telur orak arik, tempe geprek mulai harga @3k-5k. sayurnya juga ada, ca kangkung, kuah tongseng, ca jamur, kubis goring mulai @3k-@6k. Minumnya ada air mineral sampai milkshake dengan harga seribuan dan gak nyampe ceban.

Max preek try it like it miss it.

Thursday, August 10, 2017

Trademark Tersembunyi Kabupaten Pekalongan, The Legend of Batik

5 comments:
Kota batik di Pekalongan
Bukan Jogja bukan Solo
Gadis cantik jadi pujaan
Jangan bejat jangan bodo!

Demikian sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan band legendaries Indonesia, Slank.
Bang Kaka, Bimbim, Abde, Ridho dan bang Ivan ini memang ngena banget dihati kalau bikin lagu. Euh langsung baper deh jomblowers. Biar tambah cinta sama batik, yuks langsung faridafoodie certain kisah selengkapnya.

Sejarah Munculnya Batik


Tak kenal maka tak sayang, agar lebih sayang sama batik Indonesia yang sudah dikenal dunia bahkan oleh UNESCO (United Nation Education Scientific and Cultural Organization) batik ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (masterpiece of the oral and intangible of humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009. Kita kenali lebih dalam yuk.

Walaupun sudah dikenal dunia, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang belum tahu sejarah awal munculnya batik. Awal perkembangan batik dimulai di Kraton Jogja dan Solo. Seiring berkembangnya waktu, batik dipengaruhi oleh kebudayaan Eropa maupun masuknya Islam di Indonesia terutama di pulau Jawa maka batik yang tadinya hanya dipakai di Kraton sebagai pakaian yang disakralkan kemudian dibawa kepesisiran. Hal tersebut terjadi karena pada abad ke-18 Pekalongan merupakan wilayah cosmopolitan kecil pada masanya. 

Bisa dilihat dengan adanya tanda-tanda peninggalan sejarah seperti pelabuhan Pekalongan yang menjadi jalur perdagangan banyak etnis. Indonesia yang masih dalam kekuasaan VOC pada masa itu menjadi kunci sejarah adanya politik devide et impera yakni penggolongan etnis atas dasar ekonomi. Politik tersebut juga berefek sampai di Pekalongan ditandai adanya perkampungan China, Arab dan Jawa yang tersebar diwilayah pesisir Pekalongan. Adanya titik nol kilometer juga menjadi catatan penting wiayah Pekalongan sebagai cosmopolitan kecil pada masa itu dan menjadi jalur informasi serta transaksi dari berbagai negara.

Lalu Bagaimana dengan Motif Batik?

Sudah diceritakan diatas bahwa batik awalnya sudah dipakai di Kraton Jogja dan Solo. Lalu yang membedakan batik Kraton, Jogja, Solo dan Pekalongan adalah motif dan corak warna. Banyak ahli dari abad 19 yang sudah meneliti batik tetapi awal mula pembuatan batik dipulau Jawa belum diketahui secara pasti.

Awal perkembangan batik dimulai di kraton Jogja dan Solo. Seiring perkembangan waktu batik dipengaruhi oleh kebudayaan Eropa maupun masuknya Islam di indonesia terutama di pulau Jawa maka batik yang tadinya dipakai di Kraton sebagai pakaian yang di sakralkan kemudian dibawa ke daerah pesisiran. Batik Kraton dipengaruhi kebudayaan Hindu kemudian saat dibawa ke daerah pesisiran dipengaruhi etnis Cina, Arab dan Eropa. Salah satu contohnya adalah batik Buketan. Batik Buketan adalah batik yang dipengaruhi oleh Eropa karena Buketan berarti rangkaian bunga.

Batik pesisir biasanya memiliki corak warna yang cerah dengan motif flora dan fauna sehingga lebih terkesan naturalis. Sedangkan batik Kraton seperti Jogja dan Solo lebih banyak terpengaruh kepada budaya Hindu-Jawa. Menurut penelitian yang dilakukan oleh G.P. Rouffaer pada abad 20 mengatakan bahwa pada batik Kraton didominasi warna cokelat dari tanaman soga tingi, soga tangerang disamping warna indigo, hitam dan putih.

Kabupaten Pekalongan The Legend of Batik

*seruput dulu kopinya, makan dulu singkongnya. Ehehe

Jika Kota Batik di Pekalongan, maka the legend of batik ada di Kabupaten Pekalongan. Kota santri adalah trademark lain yang disandang Kabupaten Pekalongan. Maka tak hayal jika sampai saat ini para saudagar batik didominasi oleh kaum santri. Hal ini senada dengan nama lain yang disandang Kabupaten Pekalongan yakni The Legend of Batik. Buktinya, ada ditulisan bawah ini.

Nilai Religi Sepotong Kain Batik

Batik pesisir ada yang dibuat oleh kaum santri dan biasanya menggambarkan flora dan hiasan non-figuratif hal ini dikarenakan dalam Islam terdapat satu hal yang menarik yakni tidak diperkenankan membuat motif atau gambar berupa makhluk hidup dan aturan ini tertuang didalam beberapa motif batik pesisir seperti motif batik rifaiyah. Nama rifa’iyah diambil dari tarekat yang didirikan oleh KH Ahmad Rifa’I. Batik dengan motif bunga-bunga dan tumbuhan ini begitu indah kemunculan dan perkembangannya dipengaruhi oleh budaya pesisir dan disebut sebagai batik tiga negeri karena batik Rifaiyah mengandung percampuran tiga daerah yakni Solo, Pekalongan dan Lasem.

Masuknya ajaran Islam ke Indonesia membawa pengaruh kuat terhadap budaya tradisional. percampuran keduanya tentu menghasilkan sebuah keindahan karya seperti batik Rifaiyah Dari Batang Jawa Tengah serta batik-batik lainnya.

Mengintip Pembuatan Batik di Sanggar Batik H. Failasuf Pekalongan


Setelah sayang-sayangan, eh maksudnya setelah foodies mengetahui motif, nilai yang terkandung dalam sepotong batik sampai sejarahnya sekarang waktunya buat refreshing. Faridafoodie kali ini ngajakin kamu mengunjungi sentra pembuatan batik di Wiradesa, Pekalongan. tempatnya di sanggar milik H Failasuf. Langsung aja kita jelajahi yuk cara membuat batik tulis.

1.      Membuat sketsa atau pola
Ini adalah tahap awal pembuatan batik yaitu dengan menggambar pola diatas kertas roti. Biasanya membuat pola batik dikerjakan berhari-hari lho foodies.


2.      Jiplak atau memindah pola kekain
Jiplak atau menebali pola adalah bahasa Jawa yang berarti menyontoh pola atau gambar diatasnya agar hasilnya sama persis. Karena sudah ada gambar yang akan dicontoh maka pengerjaan tahap ini lebih cepat disbanding tahap awal

3.      Mopok
Artinya menutupi bagian dengan malam sesuai dengan pola yang sudah dibuat agar saat pewarnaan bagian yang digambar tidak terkena warna


4.      Nglorot
Nglorot merupakan proses pewarnaan sekaligus tahap terakhir dari proses pembuatan batik. Warna yang digunakan ada dua jenis yakni warna alami dan kimia. Warna alami biasanya didapat dari akar pohon, daun atau batang. Setelah semua proses dilalui sekarang tinggal dijemur. Jemur kurang lebih tiga jam.

Selain batik tulis, ada juga batik cap dan batik printing. Batik cap mulai dikembangkan pada pada pertengahan abad ke-19 karena permintaan batik yang meningkat. Batik cap adalah proses pembuatan batik menggunakan alat bermotif yang terbuat dari logam. Sehingga hasilnya disebut batik cap. Batik printing mulai diproduksi 1970-an. Cara membuatnya dengan mesin cetak yang sudah dikomputerisasi. Diantara ketiganya, batik printing paling murah harganya karena tidak memerlukan proses yang memakan waktu berbulan-bulan dengan tingkat kesulitan tinggi seperti batik tulis.


Nah, sampai disini dulu ya foodies sepenggal cerita sepotong motif kain batik dari Pekalongan. Semoga informasi sedikit ini bisa menambah kecintaan kita untuk melestarikan warisan budaya Indonesia. Pengalaman lain tentang Pekalongan bisa cek di sini. Eits, jangan lupa kopinya habisin dulu. 
 
Copyright ©2016 faridafoodie.com • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger