Monday, September 12, 2016

Menu Lesehan Yang Merakyat

Share On Facebook ! Tweet This ! Share On Google Plus ! Pin It ! Share On Tumblr ! Share On Reddit ! Share On Linkedin ! Share On StumbleUpon !


Menu Lesehan Yang Merakyat

google.com 


Hallo guysss... sudah makan? Kalau belum, kali ini faridafoodies.com mau ngasih menu yang sangat spesial karena menu ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat indonesia bahkan mancanegara. Apa kira-kira hayoo? Bukan rendang apalagi mie ayam. Menu yang satu ini adalah makanan khas Pekalongan dan Batang (katanya sih masih kontroversi hehe).
Okeh, kita lupakan masalah kontroversi. Kali ini langsung masuk ke topik pembicaraan. Sehabis berpetualang dari Blado kabupaten Batang pada selasa malam, didepan museum Batik kota Pekalongan saya dan teman saya ditraktir nasi megono. Sebagai makanan khas, nasi megono sangat mudah ditemui diemperan sepanjang jalan pantura apalagi dipusat-pusat taman seperti taman Jetayu yang terletak didepan museum Batik Pekalongan.
Sambil istirahat melepas lelah sekaligus mengisi perut yang kelelahan, menu nasi megono ditemani gorengan dan segelas teh anget sangat cocok dengan situasi terutama kondisi dompet (maklum pelajar). Pembuatan makanan ini relatif mudah, bahan baku utama yang terdiri dari buah nangka muda atau dalam bahasa Jawa cecek atau gori sangat gurih saat dimasak bersama parutan kelapa dan bumbu-bumbu khas Indonesia yang sangat banyak warnanya (kayak pelangi).
Tapi disini kita tidak akan membahas bagaimana cara mengolahnya yaa. Untuk kamu yang sedang melancong melewati pantura wajib berhenti mencoba makanan khas ini. Rasa gurih, manis, asin, pedas, melebur menjadi satu cita rasa yang sedap dimakan. Belum lagi tempe mendoan khas Indonesia banget ditemani sambel trasi dan segelas teh hangat. Beuuuhhh... berasa surga dunia ehehe.
Gak usah mikirin masalah harga, dijamin bakal ketagihan. Iya bener banget, harga yang murah tidak membuat kita berpikir untuk membelinya. Bahkan menu ini menjadi alternatif khususnya bagi para pelajar yang masih belajar mencari uang, eh mencari makan :D
Untuk satu porsi nasi megono dan teh anget, biasanya gorengan atau tempe mendoan dihargai sendiri perbiji hanya 500 rupiah kita hanya merogoh kocek 7000 rupiah. Bagaimana? Cukup murah bukan? Untuk satu porsi makanan enak yang mengenyangkan dan bisa dikatakan merakyat karena kita bisa menyantap makanan sambil melihat ramainya pemandangan kota. Satu lagi yang penting, biasanya “lesehan-lesehan warung megono” banyak dibuka sore hari atau mulai jam 4 sore sampai malam hari.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

terimakasih atas komentar anda :)

 
Copyright ©2016 faridafoodie.com • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger