Wednesday, January 4, 2017

Kopi Tahlil Gang XI Poncol Pekalongan

Share On Facebook ! Tweet This ! Share On Google Plus ! Pin It ! Share On Tumblr ! Share On Reddit ! Share On Linkedin ! Share On StumbleUpon !
Sudah faridafoodie kasih tau sedikit disini Lapangan Sorogenen dan Gedung Tua Pekalongan tentang referensi tempat nongkrong dan jajanan kuliner Pekalongan. Yupss benar sekali angkringan, dimana nama ini adalah tempat nongkrong segala usia dimulai dari orang dewasa (biasanya bapak-bapak) sampai sekarang malah didominasi oleh anak-anak muda. Pedagang angkringan identik biasanya stay di pinggir-pinggir jalan dengan ciri khas gerobak yang ditutup dengan kain dan jika foodies masih bingung mencarinya bisa datang saja ke lapangan Jatayu Pekalongan didepan Kantor Pos, disitu banyak sekali penjual angkringan tapi belum tentu ada minuman kopi tahlil.
Kalau di angkringan Kopi Tahlil Gang XI Poncol Pekalongan sudah dipastikan menjual minuman khas Pekalongan yakni kopi tahlil. Eitss sabar, selain minuman seperti kopi tahlil, ada juga teh anget, jahe, jahe susu, susu, dan kopi-kopi lainnya. Selain itu tidak ketinggalan juga kuliner atau jajanan yang wajib ada disetiap angkringan yakni jajanan pasar. Ada rengginang, piscok (pisang coklat), tahu bacem, usus goreng, telur sate, nasi megono dan gorengan. Semua itu lengkap hadir dalam satu tempat di angkringan loh foodies. jadi jangan heran kalau angkringan justru menjadi tempat strategis pelajar dalam kondisi kepepet maupun tidak kepepet demi mengenyangkan perut khususnya mahasiswa.  
www.faridafoodie.com
jajanan pasar
Jangan tanya soal harga, sudah dipastikan sangat bersahabat dengan kantong-kantong kita hehe. Bayangin saja secangkir kopi tahlil dengan cita rasa yang nagih dihargai mulai dari @2.5 k sampai @3.5 k tergantung dicampur susu atau tidak. perbedaannya, kalau dicampur susu lebih manis tapi kalau foodies ingin cita rasa kopi tahlil yang original bisa tidak dicampur dengan susu.

https://www.google.co.id/#q=kopi+tahlil+pekalongan

Kopi tahlil yang tidak dicampur susu, warnanya lebih pekat kecoklatan.

https://www.google.co.id/#q=kopi+tahlil+pekalongan
Kalau faridafoodie sih lebih suka yang pakai susu, tampilannya putih agak coklat seperti gambar diatas soalnya rasa pedasnya tidak terlalu menyengat ditenggorokan hehe.

Belum lagi jajanan pasar mulai dari harga seribuan sampai tigaribuan sajaaa. Apalagi jika foodies ingin makan nasi megono khas Pekalongan dengan gorengan lengkap sama minuman kopi tahlil, dijamin dengan membawa @10k saja, foodies sudah kenyang bahkan dapat uang kembalian. Kalau belum percaya, silahkan dicoba. Murah banget kan?
Biarpun murah, soal rasa juara! bisa dilihat dari kandungan didalamnya, dari namanya kopi tahlil memang terdiri dari kopi tapi yang membedakan kopi ini dengan kopi lainnya yaitu rempah-rempah yang dimasak menjadi satu dan menghasilkan cita rasa luar biasa bahkan bisa menambah stamina. Apa saja isi rempah-rempahnya? Yuk langsung saja ini dia, kopi tahlil terbuat dari cengkeh, kayu manis, kapulaga, batang serai, daun pandan, pala, gula merah, jahe, air dan bubuk kopi. Itu dia foodies rempah atau campuran dari kopi tahlil yang membuat rasanya begitu khas dan sangat nikmat terlebih jika dikonsumsi saat hujan atau malam tiba.
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=kopi+tahlil+pekalongan
kopi tahlil Pekalongan
Tapi kenapa namanya kopi tahlil yaa??
Nah, ini dia yang menjadi salah satu hal yang menarik foodies. jadi menurut banyak sumber, nama kopi tahlil awalnya tidak sengaja ditemukan oleh salah seorang warga asli Pekalongan yang pada saat itu sedang mengadakan tahlilan dirumahnya. Berhubung Ia bingung mau menyajikan hidangan dan bosan dengan sajian yang itu-itu saja, akhirnya pak Usman pelopor pertama pembuat kopi tahlil meracik sendiri bahan yang terdiri dari rempah-rempah. Diluar dugaan ternyata para tamu menyukai kopi tersebut hingga akhirnya pak Usman menjajakan minuman yang diberi nama kopi tahlil yang sampai sekarang menjadi minuman khas Pekalongan.
Oh ya, jika foodies ingin mencari angkringan bisa dimulai pukul 17.00 sampai malam dini hari karena pedagang angkringan memang buka sore hari dan biasanya sih di pinggir-pinggir jalan dengan gerobak warna cokelat disekitaran Pekalongan. Selamat mencoba!
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

5 comments:

terimakasih atas komentar anda :)

 
Copyright ©2016 faridafoodie.com • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger