http://smilefocus.com.sg/

Thursday, August 10, 2017

Trademark Tersembunyi Kabupaten Pekalongan, The Legend of Batik

Share On Facebook ! Tweet This ! Share On Google Plus ! Pin It ! Share On Tumblr ! Share On Reddit ! Share On Linkedin ! Share On StumbleUpon !
Kota batik di Pekalongan
Bukan Jogja bukan Solo
Gadis cantik jadi pujaan
Jangan bejat jangan bodo!

Demikian sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan band legendaries Indonesia, Slank.
Bang Kaka, Bimbim, Abde, Ridho dan bang Ivan ini memang ngena banget dihati kalau bikin lagu. Euh langsung baper deh jomblowers. Biar tambah cinta sama batik, yuks langsung faridafoodie certain kisah selengkapnya.

Sejarah Munculnya Batik


Tak kenal maka tak sayang, agar lebih sayang sama batik Indonesia yang sudah dikenal dunia bahkan oleh UNESCO (United Nation Education Scientific and Cultural Organization) batik ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (masterpiece of the oral and intangible of humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009. Kita kenali lebih dalam yuk.

Walaupun sudah dikenal dunia, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang belum tahu sejarah awal munculnya batik. Awal perkembangan batik dimulai di Kraton Jogja dan Solo. Seiring berkembangnya waktu, batik dipengaruhi oleh kebudayaan Eropa maupun masuknya Islam di Indonesia terutama di pulau Jawa maka batik yang tadinya hanya dipakai di Kraton sebagai pakaian yang disakralkan kemudian dibawa kepesisiran. Hal tersebut terjadi karena pada abad ke-18 Pekalongan merupakan wilayah cosmopolitan kecil pada masanya. 

Bisa dilihat dengan adanya tanda-tanda peninggalan sejarah seperti pelabuhan Pekalongan yang menjadi jalur perdagangan banyak etnis. Indonesia yang masih dalam kekuasaan VOC pada masa itu menjadi kunci sejarah adanya politik devide et impera yakni penggolongan etnis atas dasar ekonomi. Politik tersebut juga berefek sampai di Pekalongan ditandai adanya perkampungan China, Arab dan Jawa yang tersebar diwilayah pesisir Pekalongan. Adanya titik nol kilometer juga menjadi catatan penting wiayah Pekalongan sebagai cosmopolitan kecil pada masa itu dan menjadi jalur informasi serta transaksi dari berbagai negara.

Lalu Bagaimana dengan Motif Batik?

Sudah diceritakan diatas bahwa batik awalnya sudah dipakai di Kraton Jogja dan Solo. Lalu yang membedakan batik Kraton, Jogja, Solo dan Pekalongan adalah motif dan corak warna. Banyak ahli dari abad 19 yang sudah meneliti batik tetapi awal mula pembuatan batik dipulau Jawa belum diketahui secara pasti.

Awal perkembangan batik dimulai di kraton Jogja dan Solo. Seiring perkembangan waktu batik dipengaruhi oleh kebudayaan Eropa maupun masuknya Islam di indonesia terutama di pulau Jawa maka batik yang tadinya dipakai di Kraton sebagai pakaian yang di sakralkan kemudian dibawa ke daerah pesisiran. Batik Kraton dipengaruhi kebudayaan Hindu kemudian saat dibawa ke daerah pesisiran dipengaruhi etnis Cina, Arab dan Eropa. Salah satu contohnya adalah batik Buketan. Batik Buketan adalah batik yang dipengaruhi oleh Eropa karena Buketan berarti rangkaian bunga.

Batik pesisir biasanya memiliki corak warna yang cerah dengan motif flora dan fauna sehingga lebih terkesan naturalis. Sedangkan batik Kraton seperti Jogja dan Solo lebih banyak terpengaruh kepada budaya Hindu-Jawa. Menurut penelitian yang dilakukan oleh G.P. Rouffaer pada abad 20 mengatakan bahwa pada batik Kraton didominasi warna cokelat dari tanaman soga tingi, soga tangerang disamping warna indigo, hitam dan putih.

Kabupaten Pekalongan The Legend of Batik

*seruput dulu kopinya, makan dulu singkongnya. Ehehe

Jika Kota Batik di Pekalongan, maka the legend of batik ada di Kabupaten Pekalongan. Kota santri adalah trademark lain yang disandang Kabupaten Pekalongan. Maka tak hayal jika sampai saat ini para saudagar batik didominasi oleh kaum santri. Hal ini senada dengan nama lain yang disandang Kabupaten Pekalongan yakni The Legend of Batik. Buktinya, ada ditulisan bawah ini.

Nilai Religi Sepotong Kain Batik

Batik pesisir ada yang dibuat oleh kaum santri dan biasanya menggambarkan flora dan hiasan non-figuratif hal ini dikarenakan dalam Islam terdapat satu hal yang menarik yakni tidak diperkenankan membuat motif atau gambar berupa makhluk hidup dan aturan ini tertuang didalam beberapa motif batik pesisir seperti motif batik rifaiyah. Nama rifa’iyah diambil dari tarekat yang didirikan oleh KH Ahmad Rifa’I. Batik dengan motif bunga-bunga dan tumbuhan ini begitu indah kemunculan dan perkembangannya dipengaruhi oleh budaya pesisir dan disebut sebagai batik tiga negeri karena batik Rifaiyah mengandung percampuran tiga daerah yakni Solo, Pekalongan dan Lasem.

Masuknya ajaran Islam ke Indonesia membawa pengaruh kuat terhadap budaya tradisional. percampuran keduanya tentu menghasilkan sebuah keindahan karya seperti batik Rifaiyah Dari Batang Jawa Tengah serta batik-batik lainnya.

Mengintip Pembuatan Batik di Sanggar Batik H. Failasuf Pekalongan


Setelah sayang-sayangan, eh maksudnya setelah foodies mengetahui motif, nilai yang terkandung dalam sepotong batik sampai sejarahnya sekarang waktunya buat refreshing. Faridafoodie kali ini ngajakin kamu mengunjungi sentra pembuatan batik di Wiradesa, Pekalongan. tempatnya di sanggar milik H Failasuf. Langsung aja kita jelajahi yuk cara membuat batik tulis.

1.      Membuat sketsa atau pola
Ini adalah tahap awal pembuatan batik yaitu dengan menggambar pola diatas kertas roti. Biasanya membuat pola batik dikerjakan berhari-hari lho foodies.


2.      Jiplak atau memindah pola kekain
Jiplak atau menebali pola adalah bahasa Jawa yang berarti menyontoh pola atau gambar diatasnya agar hasilnya sama persis. Karena sudah ada gambar yang akan dicontoh maka pengerjaan tahap ini lebih cepat disbanding tahap awal

3.      Mopok
Artinya menutupi bagian dengan malam sesuai dengan pola yang sudah dibuat agar saat pewarnaan bagian yang digambar tidak terkena warna


4.      Nglorot
Nglorot merupakan proses pewarnaan sekaligus tahap terakhir dari proses pembuatan batik. Warna yang digunakan ada dua jenis yakni warna alami dan kimia. Warna alami biasanya didapat dari akar pohon, daun atau batang. Setelah semua proses dilalui sekarang tinggal dijemur. Jemur kurang lebih tiga jam.

Selain batik tulis, ada juga batik cap dan batik printing. Batik cap mulai dikembangkan pada pada pertengahan abad ke-19 karena permintaan batik yang meningkat. Batik cap adalah proses pembuatan batik menggunakan alat bermotif yang terbuat dari logam. Sehingga hasilnya disebut batik cap. Batik printing mulai diproduksi 1970-an. Cara membuatnya dengan mesin cetak yang sudah dikomputerisasi. Diantara ketiganya, batik printing paling murah harganya karena tidak memerlukan proses yang memakan waktu berbulan-bulan dengan tingkat kesulitan tinggi seperti batik tulis.


Nah, sampai disini dulu ya foodies sepenggal cerita sepotong motif kain batik dari Pekalongan. Semoga informasi sedikit ini bisa menambah kecintaan kita untuk melestarikan warisan budaya Indonesia. Pengalaman lain tentang Pekalongan bisa cek di sini. Eits, jangan lupa kopinya habisin dulu. 
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

5 comments:

  1. Belanja batik apa aja kemarin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe, kemaren nggak ke showroom mba. mba inayah shopping kah?

      Delete
  2. Replies
    1. harganya emang mahal banget hihi mulai dari jutaan perpotong kain

      Delete

  3. Have you ever thought about adding a little bit more than just your articles? I mean, what you say is important and all. However think about if you added some great photos or video clips to give your posts more, "pop"! Your content is excellent but with pics and clips, this site could definitely be one of the best in its field. Fantastic blog! gmail email login

    ReplyDelete

terimakasih atas komentar anda :)

 
Copyright ©2016 faridafoodie.com • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger